Pernah bertanya-tanya nggak, ke mana perginya sampah plastik di daerah yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah?
Di banyak wilayah pesisir terpencil di Indonesia, jawabannya adalah: ke Laut.
Setiap tahun, Indonesia menghasilkan lebih dari 60 juta ton sampah, dengan sekitar 1,29 juta ton sampah plastik yang bocor ke lautan. Krisis ini paling dirasakan oleh masyarakat di wilayah pesisir dan daerah terpencil yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah.
Di Recovered Indonesia, kami bekerja di wilayah yang paling membutuhkan solusi. Dimulai dari Makassar dan Ambon, dua kota strategis di Indonesia Timur, kami membangun sistem pengelolaan sampah di daerah yang infrastrukturnya masih terbatas, namun memiliki potensi masyarakat yang sangat besar.
Alih-alih menganggap plastik bernilai rendah sebagai sampah yang "tidak dapat didaur ulang", kami melihatnya sebagai sumber daya yang memiliki nilai.
Bersama jaringan pengepul sampah lokal, kami:
- ♻️ Mengumpulkan sampah plastik yang berpotensi mencemari laut dari wilayah pesisir yang belum terlayani.
- 🏭 Mengolahnya menjadi material bernilai melalui fasilitas pengolahan kami.
- 💚 Memberdayakan perempuan dan masyarakat pesisir melalui penciptaan lapangan kerja hijau, upah yang adil, serta peluang ekonomi yang inklusif.
Ini bukan sekadar tentang daur ulang. Ini adalah tentang membangun ekonomi sirkular yang dimulai dari wilayah pesisir, dengan masyarakat sebagai pusat dari setiap solusi.
Ingin menjadi bagian dari solusi bagi kota-kota pesisir terpencil Indonesia yang memiliki potensi besar?
📩 Hubungi kami di info.reco@recovered.id
-----------------------------------------------------------------------
Ever wondered what happens to plastic waste where there’s no waste management?
In Indonesia’s remote coastal communities, it often ends up in the ocean. With more than 60 million tonnes of waste generated annually, and 1.29 million tonnes of plastic leaking into our oceans, we’re facing an urgent challenge that hits remote and coastal areas hardest.
At Recovered Indonesia, we’re working where the impact is greatest, starting with Makassar and Ambon, two key cities in Eastern Indonesia where waste infrastructure is still limited, but community potential is high. Instead of seeing low-value plastic as “unrecyclable,” we turn it into opportunity.
Together with our network of local waste collectors, we:
- ♻️ Recover ocean-bound plastics from underserved coastal regions
- 🏭 Transform it into valuable materials through our facilities
- 💚 Empower women and coastal communities through green jobs, fair pay, and inclusive opportunities
This isn’t just recycling. It’s building a circular economy from the coast up, with people at the center.
Want to be part of the solution in Indonesia’s untapped, remote coastal cities?3
📩 Email us at info.reco@recovered.id