Pernahkah Kamu melihat limbah kapal?
Sebagian besar orang yang tinggal di kota besar mungkin belum pernah melihatnya. Karena itu, izinkan kami memperlihatkan kenyataannya.
Kita sering membahas tumpukan sampah di TPA yang terus menggunung dan pentingnya memilah sampah rumah tangga. Namun, ada satu persoalan besar yang sering luput dari perhatian: limbah yang dihasilkan oleh kapal.
Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki berbagai jenis kapal, mulai dari kapal penyeberangan, kapal kargo, hingga armada logistik, yang setiap hari menghasilkan limbah. Namun, ketika limbah tersebut tiba di daratan, terutama di pulau-pulau kecil, jejak pengelolaannya sering kali menghilang.
Di tempat seperti Namlea, Pulau Buru, kondisinya masih sangat memprihatinkan:
❌ Tidak ada sistem pengangkutan sampah
❌ Tidak ada TPS3R
❌ Tidak ada pemilahan sampah
Yang ada hanyalah titik-titik pembuangan sederhana, tempat seluruh jenis sampah, termasuk limbah kapal, bercampur menjadi satu. Ketika tumpukan semakin banyak, sebagian besar akhirnya dibakar karena memang tidak ada pilihan lain.
Inilah ketimpangan pengelolaan sampah yang jarang kita bicarakan: kota-kota besar terus berkembang dengan sistem yang semakin baik, sementara pulau-pulau pesisir dan wilayah terpencil masih minim akses terhadap solusi yang layak.
Di Recovered Indonesia, kami hadir di berbagai wilayah pesisir dan pulau terpencil di Indonesia untuk mengubah kondisi ini. Kami membangun jalur agar material yang masih dapat didaur ulang agar tidak berakhir di laut, sekaligus merancang sistem yang memastikan limbah kapal memiliki alur pengelolaan yang jelas dan bertanggung jawab.
Kami akan terus mengulas isu yang selama ini tersembunyi ini, beserta berbagai solusi yang sedang kami bangun.
Menurut kamu, bagian mana dari perjalanan limbah kapal yang ingin kami bahas selanjutnya? 🌊
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Have you ever seen ship waste?
Most people living in big cities haven’t, so let us show you. We talk endlessly about overflowing landfills and poor household sorting… yet we ignore one of Indonesia’s biggest blind spots: waste from ships.
As a maritime nation, vessels of every kind: ferries, cargo ships, logistics fleets, generate waste every single day. But once that waste reaches land on small islands, the trail disappears.
In places like Namlea, Buru Island, the reality is stark:
❌ No waste collection system
❌ No TPS3R
❌ No segregation
Just small dumping points where everything, including ship waste, ends up together. And when the pile grows, much of it is burned simply because there is no alternative. This is the waste-management inequality we rarely confront: big cities advance, while remote coastal islands are left without options.
At Recovered Indonesia, we’re present across Indonesia’s coastal and remote islands to change this. We build pathways so recyclables don’t end up in the ocean, and we design systems that give ship waste a clear, responsible journey. We’re unpacking this hidden issue, and the solutions ahead.
What part of the ship-waste journey do you want us to reveal next? 🌊